JAKARTA - Munculnya wacana menghapus pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung oleh rakyat dinilai sebagai kemerosotan demokrasi.
Jika ongkos pilkada yang menggila dijadikan alasan kepala daerah dipilih oleh DPRD, justru cara tersebut akan menelan biaya yang lebih banyak.
"Menurut saya itu mundur. Kalau alasannya adalah biaya yang terlalu mahal kalau pilkada langsung, maka dengan cara itu kemungkinan malah justru lebih mahal karena tidak ada akuntabilitinya," ujar pengamat politik Sukardi Rinakit usai diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2008).
Sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD, menurut dia, tidak memungkinkan rakyat untuk menagih janji-janji politik para calon kepala daerah yang diobral semasa kampanye digelar. Dengan cara tersebut, dikhawatirkan demokrasi di Indonesia akan semakin melemah.
"Legislatif dan parpol akan semakin oligarkis. Karena hanya merekalah penentu kelangsungan seseorang atau citra seseorang sebagai bupati atau gubernur. Jadi itu sangat merugikan untuk penguatan demokrasi kita," ungkapnya.
Jika ongkos pilkada yang menggila dijadikan alasan kepala daerah dipilih oleh DPRD, justru cara tersebut akan menelan biaya yang lebih banyak.
"Menurut saya itu mundur. Kalau alasannya adalah biaya yang terlalu mahal kalau pilkada langsung, maka dengan cara itu kemungkinan malah justru lebih mahal karena tidak ada akuntabilitinya," ujar pengamat politik Sukardi Rinakit usai diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2008).
Sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD, menurut dia, tidak memungkinkan rakyat untuk menagih janji-janji politik para calon kepala daerah yang diobral semasa kampanye digelar. Dengan cara tersebut, dikhawatirkan demokrasi di Indonesia akan semakin melemah.
"Legislatif dan parpol akan semakin oligarkis. Karena hanya merekalah penentu kelangsungan seseorang atau citra seseorang sebagai bupati atau gubernur. Jadi itu sangat merugikan untuk penguatan demokrasi kita," ungkapnya.
Baca juga di bawah ini :
- PDIP Jaring 20 Nama Cagub DKI Jakarta
- Bonaran Situmeang Batal Jadi Bupati?
- Ditaklukkan Golkar di Sragen, DPP PDIP Evaluasi DPC
- Pengacara Anggodo Akhirnya Jadi Bupati Tapanuli Tengah
- Bonaran Situmeang Menangi Pemilukada Tapanuli Tengah?
- Tantowi Yahya Serius Bidik Gubernur Jakarta
- Besok, Pemilukada Bupati Demak Digelar
- Kisruh Pemilukada, Kantor Bupati Yahukimo Dibakar
- Gayus Tambunan Nyalon di Pilbup Tuban?
- Pilbup Tuban Diwarnai Black Campaign
sumber lengkap http://news.okezone.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar